Kamis, 16 Mei 2013

Makalah Pengantar Ilmu Sosial



ILMU GEOGRAFI





DISUSUN OLEH:

                        EULIS KURNIATI            (2011 133 353)       

KELAS: 4H
KELOMPOK: 07
MATA KULIAH: PENGANTAR ILMU SOSIAL
DOSEN PENGASUH           : DEBBY MARTHALIA S.Pd, MM


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2012/2013






KATA PENGANTAR
   ASSALAMUALLAIKUM.WR WB
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas terlaksananya pembuatan makalah “Ilmu Geografi“ yang disusun oleh kelompok tujuh dalam pengerjaan tugas bidang studi Pengantar Ilmu Sosial sebagai usaha dalam peningkatan pengetahuan serta melatih keaktifan mahasiswa/ mahasiswi dalam berlangsungnya proses belajar mengajar.
            Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat  bantuan dari berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Debby Marthalia SPd, MM selaku  dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial, anggota kelompok penyusunan makalah, serta mahasiswa/I kelas 4H yang secara langsung atau tidak langsung menuangkan ide atau inspirasi dalam penyusunan makalah ini.
            Kegiatan penyusunan makalah ini merupakan tugas pelatihan kelompok, yang masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan kemampuan kelompok, maka penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari sempurna untuk itu saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini.
                                                                       

Palembang,  Maret 2013




   Kelompok Tujuh







DAFTAR ISI


BAB I.   Pendahuluan
  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan penulisan

BAB II.  Pembahasan
  1. Metode Penelitian Ilmu Geografi
  2. Generalisasi Geografi
  3. Teori – Teori Geografi
BAB III.  Penutup
  1. Kesimpulan
  2. Kritik
  3. Saran

Daftar Pustaka






BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
            Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gĂȘo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
            Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subjek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).
            Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
            Pemahaman holistik terhadap fenomena tersebut dapat menciptakan wawasan konseptual, pola pikir, dan kemampuan aplikatif yang khas ke-ruang-an untuk diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan: perencanaan dan pengembangan wilayah, pengelolaan lingkungan hidup, kehutanan, pertambangan, energi, industri, transportasi, perbankan, manajemen, pemasaran, pendidikan, dan sebagainya.
            Pada makalah ini akan membahas bagaimana metode penelitian ilmu geografi, generalisasi-generalisasi geografi dan teori-teori geografi.

A.   Perumusan Masalah
            Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai “Ilmu Geografi”. Untuk memberi kejelasan serta menghindari meluasnya pembahasan maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada:
1)      Metode Penelitian Ilmu Geografi
2)      Generalisasi Geografi
3)      Teori-Teori Geografi


B.   Tujuan
            Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah unutuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial.
Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah:
1)      Untuk mengetahui metode penelitian ilmu geografi
2)      Untuk mengetahui generalisasi geografi
3)      Untuk mengetahui teori-teori geografi









                                                BAB II
PEMBAHASAN

A.   Metode Penelitian Ilmu Geografi
            Metode itu sendiri adalah metode ilmiah yaitu cara untuk memperoleh pengetahuan yang akurat dan terpercaya. Penelitian atau riset atau studi  yaitu aktivitas ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan landasan  pemikiran ilmiah atau berfikir reflektif. Jadi penelitian merupakan suatu  kegiatan ilmiah sebagai sarana fundamental untuk memahami  kesulitan/masalah dan menemukan pemecahannya.
            Metode penelitian ilmu geografi adalah cara-cara ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam  upaya memahami suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pendidikan  geografi serta menemukan pemecahannya.
            Metode Penelitian Geografi berdasarkan prinsip geografi, jelaslah bahwa pengetahuan geografi diperoleh melalui penelitian. Untuk melakukan penelitian diperlukan metode. Metode penelitian geografi berguna untuk mempelajari karakteristik Bumi dan kegiatan manusia. Beberapa bentuk metode penelitian geografi sebagai berikut.
1. Studi Lapangan
Pengamatan secara langsung di lapangan berguna untuk mengetahui dan memahami permukaan Bumi serta kegiatan manusia. Metode ini dilakukan dengan terjun langsung mengamati objek di lapangan. Dengan melakukan studi lapangan akan diketahui karakteristik khusus permukaan Bumi.
2. Pemetaan
Metode ini dilakukan dengan menyeleksi berbagai informasi di daerah yang akan dipetakan. Seleksi menghasilkan informasi objek terpilih yang diperlukan saja sehingga dapat menggambarkan tempat, pola, dan karakteristik unsur geografi dalam peta.
3. Wawancara (Interview)
Metode ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden tentang hal-hal yang perlu diketahui. Responden diharapkan menjawab dengan jelas atas semua pertanyaan. Metode ini dipilih bila hal-hal yang ingin diketahui tidak dapat diperoleh dengan metode pengamatan. Contoh: alasan penduduk tetap tinggal dalam wilayah rawan bencana banjir.
4. Kuantitatif
Metode kuantitatif merupakan metode penelitian geografi yang menggunakan perhitungan matematika dan statistika. Pengujian hasil penelitian yang berupa angkaangka dilakukan dengan bantuan komputer. Dengan metode ini, peneliti dapat menyederhanakan informasi yang rumit dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk yang sederhana.
5. Penggunaan Sarana Ilmiah
Metode penggunaan sarana ilmiah dalam penelitian geografi, misalnya penginderaan jauh. Penginderaan jauh dapat membantu untuk mengidentifikasi dan mempelajari permukaan Bumi yang sulit dijangkau dengan studi lapangan. Contoh penggunaan sarana ilmiah yang berupa teknologi penginderaan jauh. Belajar geografi tidaklah sulit. Agar mudah belajar geografi, kamu hanya memerlukan kerangka kerja dan mengenali aspek dalam geografi. Kerangka kerja geografi dapat berupa suatu model pendekatan terhadap suatu fenomena.
            Penelitian geografi juga merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan langka-langkah secara sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan geografi yang meliputi ruang sebagai suatu region sebagai objek penelitian.
Langkah-langkah penelitian geografi :
 (1) Pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang relevan dan dibutuhkan;
 (2) Evaluasi data untuk mendapatkan akurasinya dan objektivitasnya.
 (3) Analisis data untuk memaknai data dan interpretasinya 
 (4) Pengembangan teori dan prediksi
Teknik Penelitian Geografi :
 (1) Studi kepustakaan, analisi peta, survey lapangan.
 (2) Evaluasi akurasi dan relevansi informasi, data, dan pemetaan kembali.
 (3) Keterkaitan antar variable, tabulasi, kategorisasi, klasifikasi, pemetaan, uji
statistic.
 (4) Konstruksi model hasil studi dan prediksinya.
            Manusia menghadapi permasalahan hidup yang menuntut pemecahan. Permasalahan tersebut yang baru dirasakan bukan termasuk masalah, melainkan permasalahan  yang sesungguhnya dirasakan penting untuk dipecahkan.
            Permasalahan yang diatasi dengan menggunakan prosedur berpikir reflektif inilah  yang kemudian dilakukan oleh para peneliti.  Dalam kegiatan penelitian tidak terkecuali penelitian geografi memiliki karakteristik berfikir reflektif sebagai suatu kegiatan ilmiah.
B.   Generalisasi Geografi
            Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Generalisasi menghubungkan beberapa konsep  sedemikian rupa sehingga terbentuk suatu pola hubungan yang bermakna yang  menggambarkan hal yang lebih luas.
             Artinya, dalam pikiran kita terbentuk pola-pola hubungan bermakna yang lebih luas (Djodjo Suradisastra 1991/1992:39). Menurut Nursid Sumaatmadja (1980:83), generalisasi adalah hubungan dua konsep atau lebih dalam bentuk kalimat lengkap, yang merupakan pernyataan deklaratif dan dapat dijadikan suatu prinsip atau ketentuan.
            Contoh generalisasi rendah adalah kegiatan siswa mengumpulkan data tentang bagaimana keadaan geografi mempengaruhi cara hidup orang Irian Jaya dan menyimpulkan: Keadaan geografi Irian Jaya berpengaruh terhadap cara hidup penduduk Irian Jaya. Kesimpulannya bahwa makin tinggi peradaban penduduk suatu daerah, makin tinggi penduduk itu mengontrol hidupnya .Tingkah laku orang dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat tempat orang itu menjadi anggotanya.
Macam-macam generalisasi :
1)      Generalisasi sempurna
            Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
2)      Generalisasi tidak sempurna
            Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
3)      Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
            Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
  1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
  2. Sampel harus bervariasi.
  3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

C.   Teori – Teori Geografi

1. Bernard Varen (1622–1650)
            Bernard Varen atau lebih dikenal dengan Varenius adalah seorang geograf asal Jerman. Anehnya, dia adalah lulusan Ilmu Kedokteran Universitas Leiden, Belanda. Dalam bukunya, Geographia Generalis, ia mengatakan bahwa geografi adalah campuran dari matematika yang membahas kondisi Bumi beserta bagian-bagiannya juga tentang benda-benda langit lainnya.
Dalam buku itu juga, Varenius membagi geografi menjadi dua, yaitu:
a. Geografi Umum
Bagian ini membahas karakteristik Bumi secara umum, tidak tergantung oleh keadaan suatu wilayah. Menurut gagasan Varenius, geografi umum mencakup tiga bagian, yaitu:
1) Terestrial, merupakan pengetahuan tentang Bumi secara keseluruhan, bentuk, dan ukurannya.
2) Astronomis, membicarakan hubungan Bumi dengan bintang-bintang yang merupakan cikal bakal ilmu Kosmografi.
3) Komparatif, menyajikan deskripsi lengkap mengenai Bumi, letak, dan tempat-tempat di permukaan Bumi.
b. Geografi Khusus
Bagian ini mendeskripsikan tentang wilayah tertentu menyangkut wilayah luas maupun sempit. Bagian ini terdiri atas tiga aspek, yaitu:
1) Atmosferis yang secara khusus membicarakan iklim.
2) Litosferis yang secara khusus menelaah permukaan Bumi meliputi relief, vegetasi, dan fauna dari berbagai negeri.
3) Manusia yang membicarakan keadaan penduduk, perniagaan, dan pemerintahan dari berbagai negeri.
2. Immanuel Kant (1724–1821)
            Selain sebagai seorang geograf, Kant juga seorang filsuf. Kant tertarik pada geografi karena menurutnya ilmu itu dekat dengan filsafat. Semua gagasan Kant tentang hakikat geografi dapat ditemukan dalam buku Physische Geographie yang ditulisnya. Menurutnya, geografi adalah ilmu yang objek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan Bumi.
3. Alexander von Humboldt (1769–1859)
            Pada mulanya Humboldt adalah seorang ahli botani. Ia tertarik geografi ketika ia mulai mempelajari tentang batuan. Ia diakui sebagai peletak dasar geografi fisik modern. Ia menyatakan geografi identik atau serupa dengan geografi fisik. Ia menjelaskan bagaimana kaitan Bumi dengan Matahari dan perilaku Bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan iklim di dunia, tipe-tipe permukaan Bumi dan proses terjadinya, serta hal-hal yang berkaitan dengan hidrosfer dan biosfer.
4. Karl Ritter (1779–1859)
            Seperti halnya Humboldt, Ritter juga dianggap sebagai peletak dasar geografi modern. Profesor geografi Universitas Berlin ini mengatakan bahwa geografi merupakan suatu telaah tentang Bumi sebagai tempat hidup manusia. Hal-hal yang menjadi objek studi geografi adalah semua fenomena di permukaan Bumi, baik organik maupun anorganik yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
5. Friederich Ratzel (1844–1904)
            Ratzel adalah guru besar geografi di Leipzig. Ia mengemukakan konsep geografi dalam bukunya yang berjudul Politische Geographie. Konsep itu diberi nama Lebensraum yang artinya wilayah geografis sebagai sarana bagi organisme untuk berkembang. Ia melihat suatu negara cenderung meluaskan Lebensraum-nya sesuai kekuatan yang ia miliki.
6. Elsworth Huntington (1876–1947)
            Huntington adalah geograf asal Amerika Serikat. Melalui bukunya yang berjudul The Pulse of The Earth, ia memaparkan bahwa kelangsungan hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh iklim. Atas dasar teorinya itu, Huntington kemudian terkenal sebagai determinis iklim (memandang iklim sebagai penentu kehidupan). Ia mengatakan, geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan Bumi beserta penduduk yang menghuninya. Ia menjelaskan adanya hubungan timbal balik antara gejala dan sifat-sifat permukaan Bumi dengan  penduduknya.
7. Paul Vidal de la Blache (1845–1918)
            Vidal adalah geograf asal Prancis. Ia adalah pelopor posibilisme dalam geografi. Posibilisme (teori kemungkinan) muncul setelah Vidal melakukan penelitian untuk membuktikan interaksi yang sangat erat antara manusia dan lingkungan pada masyarakat agraris pramodern.
            Ia menegaskan bahwa lingkungan menawarkan sejumlah kemungkinan (posibilities) kepada manusia untuk hidup dan berkembang. Atas dasar itu, Vidal mengemukakan konsepnya yang disebut genre de vie atau mode of live (cara hidup). Dalam konsep ini, geografi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana proses produksi dilakukan manusia terhadap kemungkinan yang ditawarkan oleh alam.
8. Halford Mackinder (1861–1947)
            Mackinder adalah pengajar di Universitas Oxford. Pendapatnya tentang geografi sangat terkenal lewat makalahnya yang berjudul The Scope and Methods of Geography yang berisi konsep man-land relation (hubungan manusia dengan lahan) dalam geografi. Ia menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang fungsi utamanya menyelidiki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.
9. Bintarto
            Bintarto adalah guru besar geografi di Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa geografi pada dasarnya adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat Bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur Bumi.
10. Daldjoeni
            Nama Daldjoeni dikenal karena buku-bukunya yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan geografi. Menurutnya, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia mencakup tiga hal pokok, yaitu spasial (ruang), ekologi, dan region (wilayah). Dalam hal spasial, geografi mempelajari persebaran gejala baik yang alami maupun manusiawi di muka Bumi. Kemudian dalam hal ekologi, geografi mempelajari bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun dalam hal region, geografi mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya.
11 . Seminar Lokakarya Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang 1988
            Dari seminar peningkatan kualitas pengajaran geografi ini dihasilkan rumusan geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
            Jika kita perhatikan beberapa definisi atau pengertian dan sejarah perkembangan geografi dari masa ke masa selalu mengalami perkembangan. Namun, apabila kita kaji lebih jauh, di antara pandangan para ahli tersebut tampak ada kesamaan titik pandang.
Kesamaan titik pandang tersebut terutama dalam mengkaji:
1. Bumi sebagai tempat tinggal,
2. hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi),
3. dimensi ruang dan dimensi historisnya, serta
4. pendekatan, yaitu meliputi pendekatan spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan), dan regional (kewilayahan).







BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
            Metode penelitian ilmu geografi adalah cara-cara ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam  upaya memahami suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pendidikan  geografi serta menemukan pemecahannya.
            Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Generalisasi menghubungkan beberapa konsep  sedemikian rupa sehingga terbentuk suatu pola hubungan yang bermakna yang  menggambarkan hal yang lebih luas.
            Teori-teori geografi itu sendiri beragam para ahli yang telah dikemukakannya di atas. Merupakan penunjang dalam ilmu geografi tersebut.

  1. Kritik
            Masih banyak sekali kekurangan dalam pembuatan makalah ini, maka kami sebagai penyusun menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dari makalah ini.

  1. Saran
            Untuk memajukan pemahaman dalam makalah pengantar ilmu sosial yang efektif ini, kami rasa perlu memberikan saran kepada pembaca tentang subtansi ini. Mari kita perbaiki agar menjadi lebih efektif lagi.





DAFTAR PUSTAKA

____,_____Metode penelitian ilmu geografi. Diambil 18 Maret 2013, dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi#Metode

Budisma,___. Metode penelitian geografi. Diambil 18 Maret 2013, dari : http://budisma.web.id/materi/sma/geografi/metode-penelitian-geografi/

____,___. Generalisasi Geografi. Diambil 18 Maret 2013, dari : http://geografi.upi.edu/HD-MPPG.pdf

Megi Rahman, 2011. Teori Geografi. Diambil 18 Maret 2013, dari : http://megi-rahman.blogspot.com/2011/01/ html